Jumat, 27 Januari 2017

BUDAYA JAWA

BUDAYA JAWA

Bahasa Jawa:

Gusti ora sare = Allah tidak tidur
Gendeng kabeh = gila semua
Ora popo = tidak apa-apa



 Pepatah:

  1. Ngluruk tanpo bolo = berjuang tanpa membawa masa
  2. Menang tanpo ngasorake = menang tanpa merendahkan/mempermalukan
  3. Sakti tanpo aji-aji = Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/keturunan
  4. Sugih tanpo bondho = Kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi.
  5. anak polah bapak kepradah', anak yang melakukan, saya sebagai orang tua pasti membantu dan menolong,"
  6. Becik ketitik olo ketoro: setiap kita melakukan kebaikan  meski tak terlihat oleh siapapun, suatu saat kebaikan itu akan terungkap.
  7.  Mikul dhuwur mendem jero = menjunjung tinggi yang baik dan  tak perlu menonjolkan yang tak baik. 9Menjunjung tinggi yang baik, mengubur dalam yang  buruk).  
  8.  barang bosok di tutupi kanthi rapet tetep isih mambu "" ... = "" barang busuk apabial kita tutupi dengan rapi akan tetap ketahuan "

No. 1 = 4 : Sumber:  https://news.detik.com/berita/d-3407478/live-report-debat-cagub-cawagub-dki-2017-ronde-kedua#key1
No. 5: sumber:  https://news.detik.com/berita/d-3408000/sandi-serang-ahok-lewat-sylvi-anies-itu-strategi
Kangpaijoe @kangpaijoe

JPS, 27 Jan. 2017


BILANGAN DALAM BAHASA JAWA

1 = Siji
2= Loro
3= Telu
4= Papat
5 = Limo
6= Enem
7= Pitu
8= Wolu
9= Songo
10 = Sepuluh

JPS, 18 Oktober 2024. 




*****
CARE BEBEK, Vocal Jegeg  Bulan

https://www.youtube.com/watch?v=CX51e00-vto


Ngude beli liu munyiCare Bebekkuek kuek kuek kuekLiu munyi ngobral janjiwa wa we weJungklang jungkling mencintaiTapi beli mengingkariAduh sakit hati ini.... 2x
Jujur tiang beliAku masih sangat mencintaimuJangan lagi beliMenyakiti hati dan ingkar janji...
Care Bebekkuek kuek kuek kuekLiu Munyiwa wa we weTapi beli mengingkari janji
Care Bebekkuek kuek kuek kuekLiu Munyiwa wa we weNgae Sakit hati ini
Ku tak bisa lagiKu tak mau lagiDicintai BeliTapi diingkari

JPS, 14 Desember 2024. 


SEJARAH SELOKAN MATARAM
https://youtube.com/shorts/KTApdY0_6xY?si=3AUJQYqvhmGDy-Pv



Ini adalah   suatu sejarah Selokan Mataram, tenatang suatu strategi . diplomasi dan kecerdikanm Sr, Sulktan Hamengkubuwono IX saat berbegosiasi dengan Jepang. 

Tahun 1942, Jepang menduduki  Indonesia.
Jepang  mewajibkan  rakayar untuk ikut kerja pakasa  Romusha  unuk membangun infrastruktir, sperti membangun jalan, jembatan, pelabuhan, bandara. 

Hal ini terjadi juga di Yogyakarra 

Sebagai pemimpin Rakyat Jawa, Sri Sulktan Hamengkubuwono IX  bernegosiasi dengan  Jepang, agar eakayar Yogyakarta  hanyaa kerja di daerahnya senmdiri   dengan cara membangun saluran Irigasi  yang  menghubungkan  Sungai  Progo di sisi  Barat  Yogyakarta  dan Sungai Opak di  sisi Timur  Yogyakarta.  Saluran ini  membantu untuk menyediakan air yang cukup  bagi  Yoyakarta, . Sebelumnya wilayah Yogayakarta  kebanyakan  wilayah tadah hujan.  Jepang menerima  tawaran  Sri Sultan. Rakyat dikerahkan untuk membangun  Irigasi itu.  Dengan Irigasi ini, digarapkan lahan-lahan di Yogatakarta bisa ditanami padi , baik pada musim  hujan maupun pada musim kemarau, juga   mentediakan air bagi lahan-lahan untuk buah-buahanan san sayuran. Dengan itu tnah Yotakarta   bisa mendapatkan hasil bumi bagi  pemerinatah Jepang.   Pemerintah Jepang  setuju, bahkan  ikut membiayai  proyek Irigasi ini. Japang mengucurkan  dana 1,6 juta  Gulden. . Prayek ini melibatkan 1, 2 juta buruh yang mendapat upah dan  68.000 pelerja sukarela.  Mesrki sama-sama bekerja  keras, setidaknya hal ini menguntungkan  rakyara Yogyakarta dalam beberapa hal,  yakni, pertama, rakayar  Yogyakarta tidak perlu mengikuti Romusha  yang mengharuiskan mereka keluar daerah dan  bernasib  buruk seperti para pekerja Romusla lainnya  yang sering  hilang tanpa kabar bahkan  disiksa dan tak kembali lagi ke daerah asalnya.  

Sri Sutan  menganjurkan kepada Jpeapang  agar masyarakat Yagyakarta tidak perlu disusruh  untuk kerja paksi ke luar  Yoya tetapi  vukup bekerja di Yohatakarta saja  yakni membangun Selokan Mataram.  Selokan ini  mengjubungkan  Sungai  Opak di Timur Yogayakarta.  Sungai Progo di  Barat Yogyakarta

JPS, 27 Agustus 2025. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar