Bahasa Jawa:
Gusti ora sare = Allah tidak tidur
Gendeng kabeh = gila semua
Ora popo = tidak apa-apa
Pepatah:
- Ngluruk tanpo bolo = berjuang tanpa membawa masa
- Menang tanpo ngasorake = menang tanpa merendahkan/mempermalukan
- Sakti tanpo aji-aji = Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/keturunan
- Sugih tanpo bondho = Kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi.
- anak polah bapak kepradah', anak yang melakukan, saya sebagai orang tua pasti membantu dan menolong,"
- Becik ketitik olo ketoro: setiap kita melakukan kebaikan meski tak terlihat oleh siapapun, suatu saat kebaikan itu akan terungkap.
- Mikul dhuwur mendem jero = menjunjung tinggi yang baik dan tak perlu menonjolkan yang tak baik. 9Menjunjung tinggi yang baik, mengubur dalam yang buruk).
- barang bosok di tutupi kanthi rapet tetep isih mambu "" ... = "" barang busuk apabial kita tutupi dengan rapi akan tetap ketahuan "
No. 1 = 4 : Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3407478/live-report-debat-cagub-cawagub-dki-2017-ronde-kedua#key1
No. 5: sumber: https://news.detik.com/berita/d-3408000/sandi-serang-ahok-lewat-sylvi-anies-itu-strategi
Kangpaijoe @kangpaijoe
JPS, 27 Jan. 2017
BILANGAN DALAM BAHASA JAWA
1 = Siji
2= Loro
3= Telu
4= Papat
5 = Limo
6= Enem
7= Pitu
8= Wolu
9= Songo
10 = Sepuluh
JPS, 18 Oktober 2024.
*****
CARE BEBEK, Vocal Jegeg Bulan
https://www.youtube.com/watch?v=CX51e00-vto
Ngude beli liu munyiCare Bebekkuek kuek kuek kuekLiu munyi ngobral janjiwa wa we weJungklang jungkling mencintaiTapi beli mengingkariAduh sakit hati ini.... 2x
Jujur tiang beliAku masih sangat mencintaimuJangan lagi beliMenyakiti hati dan ingkar janji...
Care Bebekkuek kuek kuek kuekLiu Munyiwa wa we weTapi beli mengingkari janji
Care Bebekkuek kuek kuek kuekLiu Munyiwa wa we weNgae Sakit hati ini
Ku tak bisa lagiKu tak mau lagiDicintai BeliTapi diingkari
JPS, 14 Desember 2024.
SEJARAH SELOKAN MATARAM
https://youtube.com/shorts/KTApdY0_6xY?si=3AUJQYqvhmGDy-Pv
Ini adalah suatu sejarah Selokan Mataram, tenatang suatu strategi . diplomasi dan kecerdikanm Sr, Sulktan Hamengkubuwono IX saat berbegosiasi dengan Jepang.
Tahun 1942, Jepang menduduki Indonesia.
Jepang mewajibkan rakayar untuk ikut kerja pakasa Romusha unuk membangun infrastruktir, sperti membangun jalan, jembatan, pelabuhan, bandara.
Hal ini terjadi juga di Yogyakarra
Sebagai pemimpin Rakyat Jawa, Sri Sulktan Hamengkubuwono IX bernegosiasi dengan Jepang, agar eakayar Yogyakarta hanyaa kerja di daerahnya senmdiri dengan cara membangun saluran Irigasi yang menghubungkan Sungai Progo di sisi Barat Yogyakarta dan Sungai Opak di sisi Timur Yogyakarta. Saluran ini membantu untuk menyediakan air yang cukup bagi Yoyakarta, . Sebelumnya wilayah Yogayakarta kebanyakan wilayah tadah hujan. Jepang menerima tawaran Sri Sultan. Rakyat dikerahkan untuk membangun Irigasi itu. Dengan Irigasi ini, digarapkan lahan-lahan di Yogatakarta bisa ditanami padi , baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau, juga mentediakan air bagi lahan-lahan untuk buah-buahanan san sayuran. Dengan itu tnah Yotakarta bisa mendapatkan hasil bumi bagi pemerinatah Jepang. Pemerintah Jepang setuju, bahkan ikut membiayai proyek Irigasi ini. Japang mengucurkan dana 1,6 juta Gulden. . Prayek ini melibatkan 1, 2 juta buruh yang mendapat upah dan 68.000 pelerja sukarela. Mesrki sama-sama bekerja keras, setidaknya hal ini menguntungkan rakyara Yogyakarta dalam beberapa hal, yakni, pertama, rakayar Yogyakarta tidak perlu mengikuti Romusha yang mengharuiskan mereka keluar daerah dan bernasib buruk seperti para pekerja Romusla lainnya yang sering hilang tanpa kabar bahkan disiksa dan tak kembali lagi ke daerah asalnya.
Sri Sutan menganjurkan kepada Jpeapang agar masyarakat Yagyakarta tidak perlu disusruh untuk kerja paksi ke luar Yoya tetapi vukup bekerja di Yohatakarta saja yakni membangun Selokan Mataram. Selokan ini mengjubungkan Sungai Opak di Timur Yogayakarta. Sungai Progo di Barat Yogyakarta
JPS, 27 Agustus 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar