BUDAYA BATAK
Somba (Batak)= sembah ; Somba (Manggarai) = sembah.
Inang (Batak) = Ibu/ Mama, Ibu mertua ; Inang (Manggarai) = Ibu mertua ,
Amang (Batak) = Bapak , Bapa mertua ; Amang (Mnggarai) = Bapa mertua
Sumbernya mana?
https://www.google.com/search?q=Apa+arti+amang+dan+ianga+dalam+Bahasa+Batak&sca_esv=3e7026d05fa1ec3b&sxsrf=AHTn8zpBhE6p3ybsVwRKy2Wy6nZU0Li5FQ%3A1738222831042&ei=7yybZ-maAsjjseMPvamooQI&ved=0ahUKEwipzonT-JyLAxXIcWwGHb0UKiQQ4dUDCBA&uact=5&oq=Apa+arti+amang+dan+ianga+dalam+Bahasa+Batak&gs_lp=Egxnd3Mtd2l6LXNlcnAiK0FwYSBhcnRpIGFtYW5nIGRhbiBpYW5nYSBkYWxhbSBCYWhhc2EgQmF0YWsyBxAhGKABGAoyBxAhGKABGApIjLACUABYmKsCcAB4AZABAJgBxgSgAdwjqgEMMzcuMy4xLjAuMS4xuAEDyAEA-AEBmAIroAKYJsICChAjGIAEGCcYigXCAgQQIxgnwgILEC4YgAQYsQMYgwHCAgsQABiABBixAxiDAcICDhAAGIAEGLEDGIMBGIoFwgILEC4YgAQY0QMYxwHCAhQQLhiABBixAxjRAxiDARjHARiKBcICCxAAGIAEGJECGIoFwgIFEAAYgATCAg4QLhiABBixAxjRAxjHAcICCBAuGIAEGLEDwgIIEAAYgAQYsQPCAgoQABiABBhDGIoFwgIQEC4YgAQY0QMYQxjHARiKBcICDRAAGIAEGLEDGEMYigXCAgYQABgWGB7CAgUQIRigAcICCBAAGIAEGKIEwgIGECEYFRgKwgIEECEYFZgDAJIHCjMzLjcuMC4xLjKgB9OAAg&sclient=gws-wiz-serp
Bilangan dalam Bahasa Batak
https://www.youtube.com/watch?v=mZ7OwT9ElWI
1= Tada (?)
2= Dua
3=Tolu
4= Opat
5= Lima
6= Ono
7= Pitu
8=Salapan
9= sambilan
10= sapulu
JPS, 18 Oktober 2024.
_________
Singkatan
Butet (Boetet) = Boetul - boetul keseantet)
UCOK = Udah cocok
Tulang = tunangan langsung
Inang = Ingin dipinang
Sumber: Lawakan Andre Taulani cs. Lupang linknya.
JPS, 20 dan 21 Desember 2024.
____________
TIGA BATU TUNGKU DALAM BATAK (Dalihan Na Tolu)
- Hula- hula: keluarga pemberi perempuan (= Anask roma , budaya Manggarai)
- Boru = keluarga penerima perempuan (= Anak Wina, budaya Manggarai)
- Dongan tubu = Saudara semarga. (= Wau', ase kae, budaya Manggarai)
Dalam budaya Batak, "tiga tungku" atau "Dalihan Na Tolu" adalah sebuah konsep filosofis yang menggambarkan struktur sosial masyarakat Batak dan hubungan kekerabatan yang penting. Konsep ini diibaratkan seperti tiga batu penyangga pada tungku masak tradisional, yang harus seimbang agar api tetap menyala dan masakan bisa matang. Tiga tungku ini melambangkan tiga posisi penting dalam adat Batak: hula-hula (pihak pemberi istri), dongan tubu (saudara semarga), dan boru (pihak penerima istri). Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang tiga tungku tersebut:
Hula-hula:
Pihak keluarga dari pihak istri. Mereka dihormati dan dimuliakan dalam adat Batak. Dongan tubu:
Saudara semarga, atau orang-orang yang berasal dari satu marga yang sama. Mereka adalah saudara sedarah dan memiliki hubungan yang erat. Boru:
Pihak keluarga yang menerima istri dari pihak hula-hula. Mereka memiliki hubungan yang saling menghormati dengan hula-hula.
Dalihan Na Tolu bukan hanya sekadar struktur sosial, tetapi juga sebuah pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi ini mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan, saling menghormati, dan menjaga hubungan baik antar anggota masyarakat Batak.
JPS, 17 Juni 2025.
______